Minggu, 26 November 2017

Movie-Movie Ghibli yang Wajib Ditonton [1 of 2] | Fortune Candy

Img source: amci.net.au
Siapa nih di sini yang jadi penggemar Ghibli? Studio Ghibli lebih mudah dikenal dengan istilah Disney-nya Jepang. Jika kalian pernah mengenal Totoro, ia merupakan icon Ghibli lho. Kini Ghibli telah dikenal lho di Indonesia dan pernah menggelar exhbition di Ballroom Ritz-Carlton. Movie-movie-nya juga masih banyak yang tayang di CGV sampai 2018 nanti.

Apa sih Ghibli itu? Ghibli itu studio film animasi terbesar di Jepang yang sudah dikenal di seluruh dunia. Seluruh karyanya masih dibuat dengan tangan atau manual hingga sekarang ini. Ghibli juga berdedikasi tinggi atas semua karyanya. Selain ‘perfection of details oriented’, karakter movie Ghibli sendiri dibuat dengan unik dan berbeda dengan animasi lain. Setiap movie ada yang memiliki art berbeda sehingga penonton tidak akan bosan melihatnya. Ditambah lagi untuk ukuran mengambil cerita khas anak-anak, movie Ghibli memiliki banyak sekali nilai moral dan amanat. Begitu juga latar cerita yang kuat dan kesan yang selalu membekas. Membuat movie-movie Ghibli terus-terusan diingat oleh penontonnya.

Nah, buat kalian yang ingin mengenal lebih dalam soal Ghibli, aku punya 11 movie Ghibli yang wajib kalian tonton. Aku bagi menjadi dua part ya karena aku me-review-nya kepanjangan hehe. Apa aja tuh~? Cekidooottt.



1. Tenkuu no Shiro Laputa (Castle in the Sky)

Bermula saat seorang gadis diincar oleh sekelompok pria berjas dan berkacamata serta para pembajak karena memiliki kalung yang memiliki kristal berharga. Saat dalam upaya melarikan diri dari kedua pihak tersebut, gadis itu terjatuh dari balon udara pada ketinggian yang luar biasa. Ia diselamatkan oleh seorang anak laki-laki yang bekerja di pertambangan batu mulia bernama Pazu. Pazu melihatnya saat kalung itu membuat tubuh gadis itu bercahaya dan membawanya turun perlahan-lahan menuju daratan.

Setelah Pazu menyelesaikan urusannya di lokasi kerjanya, ia membawa gadis itu ke tempat tinggalnya sampai kesadarannya pulih kembali. Ketika pagi tiba, gadis itu terbangun oleh lantunan terompet Pazu di atas atap. Gadis itu bernama Sheeta. Pazu mengungkapkan betapa terkesannya ia saat melihat Sheeta mendarat perlahan-lahan dari langit seperti seorang malaikat berkat kalung yang dikenakan Sheeta. Kemudian ia menunjukkan kepada Sheeta bagaimana kalung itu bekerja. Namun, ia justru terjatuh menghantam atap lantai dasar dan membuat lubang yang cukup besar. Melalui lubang itu, Sheeta turun untuk memastikan keadaan Pazu. Di ruangan itulah Sheeta terpaku melihat sebuah foto Laputa, sebuah istana di atas langit yang konon hanya sekedar mitos belaka. Pada gambar tersebut istana itu seolah-olah tertelan oleh kabut tebal seperti awan. Kemudian Pazu bercerita kalau ayahnya lah yang memotret gambar itu. Sayangnya tidak ada yang memercayai jika ayahnya telah melihat Laputa dengan mata kepalanya sendiri. Sampai meninggal, beliau tetap dijuluki si pembohong.

Memastikan bahwa ayahnya tidak berbohong, Pazu ingin mencari Laputa dengan pesawat buatannya. Di tengah pembicaraan itu, melalui jendela mereka melihat para pembajak sedang mengitari desa mencari Sheeta. Di sana lah mulai terjadi aksi kejar-kejaran serta petualangan Sheeta dan Pazu menuju Laputa.



2. Hotaru no Haka (Grave of Fireflies)

Film paling menyayat hati dan masuk 10 besar kategori film ‘mengerikan’ versi Jepang. Grave of Fireflies menempati posisi nomor satu. Bagaimana tidak. Dari awal cerita sudah memunculkan feeling sedihnya. Aku pertama kali suka Ghibli karena film ini. Selain ceritanya anti-mainstream, kemistri ceritanya dapat, dan pasti grafis yang memanjakan mata. Unbelieveable deh buat film tahun 1900-an dengan kualitas grafis yang seluar biasa itu.

Dari kata ‘grave’ sudah bisa ditebak gambaran film ini feeling-nya seperti apa. Latar waktu kisah ini adalah kejadian saat perang dunia kedua di Jepang. Ditokohkan oleh seorang laki-laki menginjak remaja (Seita) yang memiliki seorang adik yang masih balita. Pada awal cerita, Seita beserta adik dan ibunya sedang bergegas mengangkat kaki dari rumah untuk mengindari serangan udara tentara Amerika. Namun sayangnya sang ibu meninggal terkena serangan bom dalam upaya melarikan diri tersebut. Seita tidak ingin adiknya tahu mengenai hal ini. Maka, mereka berencana untuk tinggal bersama bibinya dan menunggu sang ayah yang sedang menjalankan tugas di Angkatan Laut.

Sudah lama mereka tinggal bersama bibinya namun kabar dari sang ayah tak kunjung datang. Kemungkinan besar ayahnya telah gugur dalam tugasnya. Semakin lama bibinya menganggap mereka sebagai parasit. Akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan kediaman bibinya dan tinggal di sebuah goa. Di sini lah awal dari perjuangan hidup mereka. Mula-mula mereka masih memiliki cukup banyak makanan. Tak ada orang dewasa yang merawat mereka. Hingga akhirnya karena hidup di lingkungan yang tidak sehat, adik perempuan (Setsuko) mulai menderita sakit gatal-gatal dan kekurangan gizi. Hidup mereka pun lebih menderita lagi setelah itu yang membuat emosi terkuras dan meninggalkan bekas mendalam untuk para penontonnya. Kalau mau kenalan sama film-film Ghibli, aku recommend banget nonton yang ini dulu!



3. Tonari no Totoro (My Neighbor’s Totoro)

Yang satu ini kawaii abis! Maka jangan heran jika Totoro menjadi icon-nya Ghibli. Totoro merupakan makhluk penjaga hutan yang tinggal di pohon raksasa. Kisah ini menceritakan tentang persahabatan kakak adik (Satsuki dan Mei) dengan para penghuni hutan. Bermula saat Satsuki dan Mei pindah ke rumah yang kesannya angker bagi mereka dikarenakan ibunya yang sedang sakit. Karena sudah lama tidak ada yang menempati, rumah tersebut sering dihinggapi oleh makkuro kurosuke dan makhluk aneh lain.

Ketika Mei sedang bermain-main di lahan samping rumahnya, ketika itu ia melihat seekor kelinci yang bentuknya aneh dan suka menghilang. Mei mengikutinya masuk ke hutan dan akhirnya bertemu dengan versi raksasa dari kelinci yang ia ikuti. Kelinci yang ukurannya kebesaran itu sedang tertidur di dalam pohon raksasa yang bisa dilihat dari halaman rumahnya. Kelinci gendut ini dialah Totoro. Melihat Totoro tidur dengan pulas, Mei yang merasa lelah sontak ikut tertidur. Saat bangun, Mei ditemukan oleh Satsuki (kakaknya) dan ayahnya di dalam semak-semak tempat awal Mei mengikuti sang kelinci.

Tak disangka-sangka, Satsuki dan Mei bertemu dengan Totoro untuk kedua kalinya. Saat itu hari sedang hujan. Mereka ingin menjemput ayahnya yang sedang berpergian menggunakan payung. Sudah lama mereka menunggu di halte bus namun ayah mereka tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Hari mulai gelap, membuat hutan tempat pemberhentian bus itu menjadi lebih menyeramkan. Di tengah keheningan, Totoro tiba-tiba sudah berada di samping mereka dengan tatapan kosongnya. Kelihatan sedang menunggu sesuatu di sana. Scene legend banget nih! Hahaha. Melihat keganjilan itu, Satsuki memberi payung ayahnya kepada Totoro. Ia terlihat senang mendapatkan payung dari Satsuki. Dari sanalah telah muncul benih pertemanan dengan Totoro.



4. Majo no Takkyuubin (Kiki’s Delivery Service)

Agar penyihir-penyihir cilik dapat menemukan kemampuan khususnya, para penyihir mempunyai tradisi yang sudah temurun-temurun dijalankan. Jika penyihir sudah berumur 13 tahun, maka penyihir itu harus meninggalkan rumah untuk melakukan latihan tahunan dan mencari kotanya sendiri yang belum dihuni oleh penyihir lain dengan masa pelatihan setidaknya selama satu tahun. Kiki sangat antusias dengan pelatihan ini dengan membawa harapan supaya kelak ia akan menjadi seorang penyihir yang mandiri. Saking semangatnya, rencana berangkat bulan depan ia jadikan malam itu juga dengan alasan bulan purnama di malam itu dibarengi dengan cuaca yang cerah. Ya, para penyihir cilik yang akan melakukan praktek harus berangkat pada saat purnama.

Namun semuanya tidak berjalan mulus. Ternyata prediksi cuaca pada malam itu tidak tepat. Selain meneduh, Kiki memutuskan untuk bermalam di sebuah gerbong kereta. Saat menjelang pagi, kereta itu membawanya ke sebuah kota yang besar. Ia bergegas mengunjungi kota itu. Tidak ada penyihir yang tinggal di sana tetapi sayangnya perlakuan yang tidak ramah dari para penduduk lah yang didapat olehnya pada kesan pertama. Ia menjadi pesimis akan mendapat tempat tinggal. Saat memikirkan rencana untuk pergi mencari kota lain, ia menyaksikan seorang penjual roti yang berteriak memanggil wanita yang sedang membawa kereta bayi di seberang jembatan bahwa dot bayi miliknya tertinggal di tokonya. Kiki menawarkan bantuan kepada wanita penjual toko itu untuk mengantarkan dot itu. Karena usahanya itu, Osono, si wanita penjual roti memberi Kiki sebuah tempat tinggal sebagai ucapan terima kasih.

Di hari berikutnya, Kiki memiliki ide yang cemerlang untuk memulai hidup barunya. Ia akan menjalankan sebuah bisnis kurir di kota itu. Sepanjang menjalankan bisnis itu, Kiki lebih mengenal kotanya. Ia mengalami banyak pengalaman, terutama saat mengenal anak-anak sebayanya. Setelah jangkauan bisnisnya sudah meluas, Kiki mendapat masalah besar. Tiba-tiba ia tidak dapat mengeluarkan sihirnya. Sihirnya telah hilang. Apa penyebabnya?



5. Mimi wo Sumaseba (Whisper of the Heart)

Yang satu ini menurutku sebenarnya ceritanya biasa dan dibumbui dengan cinta segitiga. Hanya saja kisahnya mengajarkan kita bahwa jika memiliki impian, kita harus fokus kepada impian itu. Kisahnya dimulai saat Shizuku menemukan nama Amasawa Seiji pada kartu peminjaman pada setiap buku yang dipinjamnya dari perpustakaan. Suatu hari ia mengunjungi perpustakaan sekolah untuk meminjam sebuah buku cerita, pada halaman pertama menunjukkan stampel dan keterangan “sumbangan”. Nama Amasawa Seiji tertera disana sebagai donatur buku tersebut. Selain membaca buku, Shizuku juga gemar menulis lagu. Pada saat itu lagu yang ditulisnya itu tertinggal di bangku dekat lapangan di sekolahnya. Saat ia kembali ke sekolah untuk mengambilnya, seorang laki-laki sedang membacanya. Laki-laki itu mengejek hasil karya ‘serampangan’ miliknya dan membuat ia jengkel.

Namun tak lama berselang, Shizuku dipertemukan kembali oleh laki-laki tersebut. Keesokan harinya saat melakukan perjalanan dengan kereta, ada seekor kucing gempal yang duduk di sampingnya. Ia melihat perilaku kucing tersebut tidak seperti kucing pada umumnya. Karna kucing itu turun di stasiun yang sama dengannya, ia pun memutuskan untuk menguntitnya. Pada akhirnya kucing itu mengantarkannya sampai ke sebuah toko barang antik. Saat terkagum-kagum dengan patung kucing Baron di dalam toko tersebut, ia disapa oleh kakek pemilik toko dan beliau memperlihatkan sebuah jam klasik yang pernah dipakai oleh istana. Namun saking asyiknya mengagumi jam tersebut, Shizuku mulai sadar bahwa ia sudah terlambat ke perpustakaan untuk mengantarkan bekal kepada ayahnya. Ia berlari terpogoh-pogoh menuju kesana. Tetapi ia kelupaan akan kotak bekalnya dan cucu dari kakek tersebut menyusul menggunakan sepeda untuk mengembalikan kotak bekalnya yang tertinggal. Betapa terkejutnya Shizuku karna yang mengantarkan barangnya tersebut adalah laki-laki yang mengejek karyanya waktu itu. Kucing yang ia ikuti sampai ke toko itu ternyata adalah milik laki-laki itu.

Dua hari berikutnya Shizuku mengunjungi toko itu lagi. Namun, ia menemukan toko itu dalam keadaan closed. Tak berapa lama, laki-laki itu menemukan Shizuku di depan toko kakeknya saat hendak pulang. Kemudian dengan canggung Shizuku menanyakan kabar sang kakek dan juga patung kucing Baron. Karena saat ia mengintip melalui jendela pintu, ia menemukan patung itu sudah tidak ada di tempatnya. Lalu laki-laki itu mempersilahkan Shizuku masuk ke rumahnya. Di dalamnya Shizuku melihat banyak sekali biola yang baru setengah dibuat. Laki-laki itu bercerita kalau dirinya suka sekali membuat biola dan memiliki impian untuk belajar membuat biola di Italia. Tetapi syaratnya ia harus melakukan pelatihan di sebuah lokarya di Italia selama dua bulan.

Selama pertemanan mereka, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Sampai pada akhirnya hari itu pun tiba. Merasa kehilangan, Shizuku bertekad untuk menemukan jati dirinya agar tidak tertinggal jauh dengan laki-laki itu. Ia mulai menulis sebuah novel selama laki-laki itu pergi dan sang kakek lah yang akan menjadi pembaca pertamanya.



6. Neko no Ongaeshi (The Cat Return)

Buat para pecinta makhluk paling innocent di muka bumi alias kucing film produksi Ghibli yang satu ini wajib banget buat ditonton! Apa rasanya jika kamu bertemu dengan kucing yang bisa berbicara? Senang sekaligus terkejut bukan? Dalam perjalanan pulang setelah jam sekolah, Haru dan temannya yang sedang asyik bersenda gurau tiba-tiba seekor kucing melewati mereka. Mereka melihat kucing itu dengan heran karena ia membawa sebuah kotak yang diberi oleh pita. Saat kucing itu hendak menyebrang, ia hampir tergilas truk yang sedang melaju. Lantas Haru segera menyelamatkan kucing itu. Setelah menenangkan diri sebentar dari insiden tersebut, Haru tersentak melihat pemandangan yang tidak bisa dipercaya. Kucing itu dapat berdiri seperti manusia. Ia sedang membersihkan badannya seperti seorang perempuan yang mengibas-kibaskan rok bagian depannya yang kotor. Lalu ia berterima kasih kepada Haru dan langsung pergi.

Malamnya, sang Raja Kucing mendatangi Haru untuk menuturkan sebuah pesan. Ternyata yang diselamatkan oleh Haru saat itu adalah anak dari sang Raja, Pangeran Lune. Sebagai ucapan terima kasih, sang raja akan menjanjikan sebuah kebahagiaan yang tak terhingga. Tak sampai situ saja, Haru juga diundang untuk mengunjungi Kerajaan Kucing. Bukan tanpa alasan melainkan untuk menjodohkannya dengan sang Pangeran!



Itu dia enam dari 11 movie Ghibli yang aku recommend. Part 2-nya menyusul yaa. Terima kasih sudah mampir dan selamat menonton bagi yang belum menonton! ♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Movie-Movie Ghibli yang Wajib Ditonton [1 of 2] | Fortune Candy

Img source: amci.net.au Siapa nih di sini yang jadi penggemar Ghibli? Studio Ghibli lebih mudah dikenal dengan istilah Disney-nya Jepan...